Meski memiliki anak merupakan anugerah, namun masih ada saja orang tua yang mencoba memilih jenis kelamin anak laki-laki atau perempuan. Cara membuat anak laki-laki atau perempuan baik secara medis atau tradisional masih banyak dicari dan dilakukan.

Pada setiap negara, ada beragam mitos atau kepercayaan yang diyakini dapat mendukung kehamilan dengan jenis kelamin yang diinginkan. Mulai dari posisi berhubungan seks atau jenis makanan tertentu. Namun, tetap disarankan untuk berhati-hati karena tidak semua hal tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.


Faktor Cara Membuat Anak yang mungkin Memengaruhi Jenis Kelamin


Berikut beberapa hal yang diketahui dapat ikut memengaruhi cara membuat anak laki-laki atau perempuan:

Usia istri dan suami

Semakin tua usia ibu dan ayah, maka kemungkinan untuk memiliki anak perempuan lebih tinggi. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh hormon pada wanita di atas usia 35 tahun. Selain itu, pada usia ayah di atas 40 tahun, dipengaruhi oleh kualitas dan jumlah produksi spermanya.

Asupan nutrisi

Pada sebuah studi diketahui, wanita yang mengonsumsi makanan kaya kandungan kalium  dan berkalori tinggi diduga memiliki peluang lebih besar untuk mengandung bayi laki-laki. Meski demikian, para ahli belum bisa memastikan apakah asupan kalori atau kalium turut memengaruhi jenis kelamin anak yang dilahirkan.

Ada pula teori terkait pengaruh tingkat asam basa (pH) makanan yang dikonsumsi dengan jenis kelamin bayi. Teori tersebut menyebutkan sering mengonsumsi makanan yang asam akan membuat peluang melahirkan bayi perempuan lebih tinggi, sedangkan makanan bersifat basa (pH tinggi) akan membuat peluang melahirkan bayi laki-laki lebih tinggi. Tetapi kembali lagi teori ini belum dapat dipastikan dengan fakta ilmiah yang akurat.

Stres dan beban kerja 

Saat calon ibu dalam kondisi stres tinggi, maka tubuh akan mengalami peningkatan hormon kortisol dan testosteron. Hal ini kemungkinan akan memengaruhi sel telur yang lebih mudah menerima sperma pembawa anak laki-laki.
Selain itu, ada pula penelitian mengenai beban kerja dan polusi dari calon ayah yang dapat memengaruhi jenis kelamin anaknya kelak. Semakin tinggi stres kerja atau polusi, maka akan lebih tinggi kemungkinan memiliki anak perempuan. Studi ini dilakukan terhadap beberapa jenis pekerjaan tertentu dalam skala kecil, termasuk pilot, pengemudi, penyelam, teknisi kapal selam, dan pekerja pabrik tepung.

Frekuensi hubungan seks

Salah satu faktor yang menentukan dalam cara membuat anak laki-laki atau perempuan adalah intensitas hubungan seksual. Semakin sering suami-istri melakukan hubungan seks, maka kemungkinan memiliki anak laki-laki semakin tinggi. Sebab, sperma untuk anak laki-laki lebih ringan, dengan kepala lebih kecil, dan buntut lebih pendek akan lebih mudah berenang menuju sel telur.

Waktu pembuahan

Hubungan seksual yang dilakukan saat mendekati masa subur memiliki kemungkinan menghasilkan anak laki-laki lebih besar, hal ini diperkuat oleh penelitian. Salah satu metode yang dikenal yaitu metode Shettles. Metode Shettles memberikan saran hubungan seksual dilakukan tepat pada masa subur jika ingin anak laki-laki.
Sementara itu, agar hamil anak perempuan, dianjurkan melakukan hubungan seks sekitar dua atau empat hari sebelum ovulasi. Meski demikian, metode ini tidak berhasil 100 persen, akan tetapi ada kemungkinan 50:50 untuk menentukan jenis kelamin janin.

Meski beberapa cara di atas diketahui berhubungan dengan penentuan jenis kelamin anak laki-laki atau perempuan, namun fakta ilmiah mengenai kaitan pasti antara faktor-faktor tersebut dengan pembentukan jenis kelamin janin masih belum jelas.

Sejauh ini, cara yang sudah terbukti memiliki tingkat keberhasilan yang cukup baik dalam menentukan anak laki-laki atau perempuan adalah dengan metode bayi tabung. Namun metode ini membutuhkan persiapan khusus dan biaya yang tak sedikit. Konsultasikan ke dokter spesialis kandungan untuk informasi lebih lanjut mengenai penentuan jenis kelamin bayi, atau jika Anda ingin melakukan program hamil demi kesuksesan kehamilan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: